Minggu, 21 Maret 2010
liburan yang memebingungkan....
yah,kalau ga dikerjakan...kapan lagi...apa sampai menunggu rumput memanjang di pekarangan rumah,wah bisa berabe...ntar disangaka orang, ne rumah ga ada penghuninya,hahaha....seremm..kalo orang lewat terpaksa ngebut dan memalingkan wajahnya..hihihi..;)
Maka dari itu disaat libur-libur, yah kudu bantu beres-beresin rumah yang udah menjadi kewajiban kita....dan masalah yang memebingungkan No Problem deh...Siiipp.
Jumat, 19 Maret 2010
setiap Peristia ada kebaikannya.....
SETIAP PERISTIWA ADA KEBAIKANNYA…..
Ingatlah, sesungguhya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka tidak ( pula ) mereka bersedih hati.
( Yaitu ) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan ( dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat ( janji-janji ) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
( Q.S.Yunus: 62-64)
Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari syurga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak ( pula ) mereka bersedih hati”.
Hanya ada satu yang masih ada : bagaimanakah sikap seseorang ketika menghadapi kesulitan, dan apakah Allah ridha kepadanya atau tidak. Seseorang tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang telah ia alami, tetapi yang dimintai tanggung jawab adalah sikapnya, pikirannya, dan keikhlasannya terhadap apa yang telah ia alami. Dengan demikian, berusaha untuk melihat kebaikan dan hikmah Ilahi terhadap apa yang diciptakan Allah dalam situasi yang dihadapi seseorang, dan bersikap positif akan mendatangkan kebahagiaan bagi orang-orang yang beriman, baik di dunia maupun diakhirat. Tidak duka cita dan ketakutan yang menghinggapi orang-orang yang beriman yang memahami rahasia ini. Demikian pula, tidak ada manusia dan dan tidak ada peristiwa yang menjadikan rasa takut atau menderita di dunia dan di akhirat kelak. Allah menjelaskan rahasia ini dalam Al-Qur’an sebagai berikut:
Hasilnya apapun yang dihadapinya dalam kehidupannya, penderitaan itu pada akhirnya akan berakhir sama sekali. Seseorang yang mengenang penderitaanya akan merasa takjub bahwa penderitaan itu tidal lebih dari sekadar kenangan dalam pikiran, bagaikan orang yang mengingat kembali adegan film. Oleh karena itu, akan datang suatu saat ketika pengalaman yang sangat pedih akan tinggal menjadi kenangan, bagaikan bayangan adegan dalam film.
Allah memberikan pelajaran penting dan mengingatkan manusia tentang tujuan penciptaan pada setiap orang. Bagi orang-orang yang dapat melihat dengan hati nuraninya, tidak ada kesalahan atau penderitaan, yang ada adalah pelajaran, peringatan, dan hikmah dari Allah. Misalnya, seseorang Muslim yang tokonya terbakar akan melakukan mawas diri, bahkan keimannya menjadi lebih ikhlas dan lebih lurus, ia menganggap peristiwa itu sebagai peringatan dari Allah agar tidak terlalu sibuk dan terpikat dengan harta dunia.
Orang-orang yang menyadari bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah memiliki tujuan tidak pernah mengucapkan kata-kata “Seandainya saya tidak melakukan…” atau “ Seandainya saya tidak berkata…” dan sebagainya. Kesalahan, kekurangan, atau peristiwa –peristiwa yang kelihatannya tidak menguntungkan, pada hakikatnya didalamnya terdapat rahmat dan masing-masing merupakan ujian.
Seseorang mungkin tidak selalu melihat kebaikan dan hikmah Ilahi dibalik setiap peristiwa. Sekalipun demikian ia mengetahui dengan pasti bahwa terdapat kebaikan dalam setiap peristiwa. Ia memanjatkan doa kepada Allah agar ditujukkan kepadanya kebaikan dan Ilahi di balik segala sesuatu yang terjadi.
Bagaimanpun, hendaknya ia mengetahui bahwa terdapat kebaikan dalam kegagalannya ini. Demikian pula ia dapat berfikir bahwa barangkali Allah menghendaki dirinya agar terhindar dari situasi yang sulit, sehingga ia tetap merasa senang dengan kejadian itu. Dengan berfikir bahwa allah telah menempatkan berbagai rahmat dalam setiap peristiwa, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat, orang-orang yang beriman melihat keindahan dalam bertawakal mengaharapkan bimbingan Allah.
Manusia harus mencari kebaikan, tidak saja dalam penderitaan, tetapi juga dalam peristiwa sehari-hari. Misalnya, masakan yang dimasak dengan susah payah ternyata hangus, dengan kehendak Allah, mungkin akan bermanfaat menjauhkan dari mudharat kelak di kemuadian hari. Seseorang mungkin tidak diterima dalam ujian masuk perguruan tinggi untuk menggapai harapannya pada masa depan.
Orang-orang yang bersabar dengan penderitaan yang dialaminya akan menyadari bahwa dirinya sangat lemah dihadapan Allah, dan akan menyadari betapa mereka sangat memerlukan Dia. Mereka akan berpaling kepada Allah dengan lebih berendah diri dalam doa-doa mereka, dan berzikir mereka akan semakin mendekatkan diri mereka kepada-Nya. Tentu saja hal ini sangat bermanfaat bagi kehidupan akhirat seseorang. Dengan bertawakal sepenuhnya kepada Allah dan dengan menunjukkan kesabaran, mereka akan memperoleh ridha Allah dan dengan menunjukkan kesabaran, mereka akan memperoleh pahala berupa kebahagiaan abadi.
Orang-orang muslim yang ikhlas bahkan melihat kabaikan dan hikmah Ilahi ketika mereka kehilangan seluruh harta benda mereka. Mereka tetap bersyukur kepada Allah yang telah mengkaruniakan kehidupan. Mereka yakin bahwa dengan kehilangan harta tersebut Allah sedang melindungi mereka dari perbuatan maksiat atau agar hatinya tidak terpaut dengan harta benda. Untuk itu, mereka bersyukur dengan sedalam-dalamnya kepada Allah karena kerugian di dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kerugian di akhirat. Kerugian di akhirat artinya azab yang kekal abadi dan sangat pedih. Orang-orang yang tetap sibuk mengingat akhirat melihat setiap peristiwa sebagai kebaikan dan keindahan untuk menuju kehidupan akhirat.
Dengan memahami rahasia ini, orang-orang yang beriman menjumpai kebaikan dan kehidupan dalam setiap peristiwa. Peristiwa- peristiwa yang sulit tidak membuat mereka merasa gentar dan khawatir. Mereka tetap tenang ketika menghadapi penderitaan yang ringan maupun berat.
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi ( pula ) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.( Q.S al-baqarah: 216 )
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, ( maka bersabarlah ) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.( Q.S an-Nisa’: 19 )
Allah memberitahukan kita bahwa dalam setiap peristiwa yang Dia ciptakan terdapat kebaikan di dalamnya. Ini merupakan rahasia lain yang menjadikan mudah bagi orang-orang yang beriman untuk bertawakal kepada Allah. Allah menyatakan, bahwa dalam peristiwa-peristiwa yang tampaknya tidak menyenangkan terdapat kebaikan di dalamnya.
( dikuti dari : Artikel www.Pemkomedan.go.id/ artikel_arsip.php&wsc=ti&wsi=d17c4c1309e14907 )
Wenesday, 09 september 2009
Pertama kali saya membaca dan langsung masuk dalam sanubari dan merenungi setiap kalimat yang terdapat di dalamnya, alangkah bisa dikatakan sebagai penggunggah hati dan jiwa dalam nilai-nilai spiritual yang dalam. Kalimat- kalimat itu akan saya simpan selalu dan ingat dalam setiap pengarahan pola pikir dan bersikap, InshaAllah.....^_^.