Selasa, 21 Februari 2012

Untuk Seorang Bidadari.....

Kulihat di langit yang biru menjelang senja tampak jelas wajahmu yang rupawan, menambah sinar keemasan yang jatuh seperti tetesan air diterpa tembusnya cahaya....ah, aku terpana melihatnya...sungguh pancaran yang tak pernah aku lihat sebelumnya. Sebuah senyum nan manis telah terurai, menambah tuk semangat menyambut senja yang kemerahan. Mata yang jernih dan tajam menghiasi pemandangan itu, namun tetap lembut dilihat dan diingat. Aku ingin mengenalnya, dan lebih ingin mengenalnya...selalu bersamanya. Keyakinan hatiku ini begitu kuat saat sang Bidadari itu menyambutku dengan senyumnya yang manis....dan mengajakku ke tempat yang selalu dikunjunginya. Wahai Sang Kreator Yang Agung, ciptaanMu ini sungguh rupawan dan memikat hatiku. Andaikan semua kata cinta nan penuh mesra terurai banyaknya dari seluruh penjuru romantic di dunia ini, tentu tak akan bisa menguraikan kedahsyatan  hati yang terperanjat oleh sebuah cinta yang ikhlas dan abadi...........

Itulah sepenggal dari sebuah syair yang sangat membuat penasaran dengan kisah cinta yang tidak disangka-sangka. Pertemuan yang membuat hati seorang pemuda terikat oleh keyakinan dan janji terhadap dirinya sendiri. Dunia bukan tempat yang abadi dalam sebuah kenikmatan, namun tempat tempaan hati untuk tetap yakin, teguh dan percaya akan sesuatu hal. Melalui syair inilah penjabaran damainya Kasih Sayang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar